Sabtu, 31 Agustus 2013

Gaulnya Muslimah

Bukan dari tulang ubun ia diciptakan sehingga lupa akan pujian, bukan juga dari tulang kaki karena khawatir akan diinjak dan direndahkan. Melainkan ia diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan dada untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai.
Akhwat beda dengan ikhwan. Dalam menjalankan aktivitas pun sangat berbeda. Tapi hukum syara’ memandang sejajar antara ikhwan dan akhwat. “Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan,” (QS Al Isra ; 70)
Karena saya akhwat, pastinya saya akan membahas aktivitas akhwat batasannya seperti apa saja. Kadang, jika saya melihat dan menilai, secara tidak sengaja telah terjadi pelanggaran hukum syara’. Biasanya, di kalangan akhwat terjadi pelanggaran hukum syara’ dalam konteks ijtima’l atau pergaualan dengan lawan jenis. karena mereka belum memahami aktivitas mana saja yang termasuk hayatul khas dan hayatul ‘aam. Di kalangan ikhwan pun terkadang ada pelanggaran hukum syara’ karena sikap yang kurang tegas dan kurang mengetahui batasan aktivitas akhwat itu seperti apa saja, dalam konteks hubungan demi maslahat masing-masing yang sesuai dengan hukum syara’ dan selanjutnya karena godaan Syetan..
Apa yang akan saya paparkan adalah aktivitas akhwat dalam konteks hubungan interpersonal dengan ikhwan / ijtima’I:
1.Hayatul ‘Aam
Hayatul ‘aam atau kehidupan umum bagi akhwat adalah seputar kehidupan yang menyangkut perkara pendidikan, mu’amalah, kesehatan. Hayatul ‘aam, bagi akhwat, maknanya bahwa ia boleh bercerita tentang ketiga perkara tadi, selebihnya tidak boleh karena sudah menyangkut hayatul khas..
Bagi ikhwan manapun hanya cukup untuk mengetahui ”hayatul ’aam” kehidupan umum-nya saja, seperti contoh diatas ; pendidikan, tempat tinggal, hobi, aktivitas di lembaga dll. Sedangkan hayatul khas, sudah sangat privasi sekali yang menyangkut kehidupan pribadi (keadaan keluarga, keadaan dirinya) di luar itu konteksnya sudah hayatul khas.
Bagi akhwat tidak boleh menceritakan hal-hal pribadi pada ajnaby (orang asing). Akhwat boleh menceritakan hal-hal terkait pribadinya jika ia telah dikhitbah untuk lanjut ke jenjang pernikahan.
Dan ketika berinteraksi dengan lawan jenis akhwat diharapkan bertindak dan berbicara seperlunya saja, tegas dan jelas. Dalam aktivitas yang berkaitan dengan lawan jenis, seorang akhwat seringkali mudah melakukan pelanggaran. Mungkin karena secara psikologis akhwat memiliki karater ingin diperhatikan atau malah kadang cari perhatian agar bisa berinteraksi dengan lawan jenis, apalagi kalau sudah menyangkut “masalah hati.”
Tapi berinteraksi dengan ikhwan dalam konteks mendiskusikan ilmu, menurut saya ini dibolehkan, tapi, ada beberapa hal kita sendiri bisa menjaminnya sesuai dengan perkataan Rasulullah Saw, “Jika kalian tidak memiliki rasa malu maka bertindaklah sesuka kalian.”
Yang dimaksud hal-hal yang kita harus bisa menjaminnya adalah kemungkinan timbulnya fitnah. Mungkin kita bisa berdalih dengan mengatakan “Saya dengan dia cuma teman, hanya sebatas sharing ilmu.” Tapi saya berpendapat sebaiknya dicari “aman” nya saja, karena fitnah itu diibaratkan mencemarkan dan menjatuhkan kehormatan seorang akhwat dan manjaga ’iffah / kehormatan itu wajib hukumnya.
Mubah hukumnya untuk berinteraksi dengan ikhwan dalam masalah ilmu, kareka khawatir seorang akhwat akan menceritakan sesuatu yang masuk dalam wilayah khas, sehingga yang mubah menjerumuskan ke haram.
Bagaimana dengan diskusi di forum internet atau milis? Menurut saya, dalam wilayah ini sifatnya lebih ‘aam karena diketahui banyak orang pembahasannya pun seputar perkara yang dibolehkan. Dalam hal ini saya ingin mengutip perkataan Abu Bakar, “Berhati-hatilah dalam bertindak karena dari hati-hati tadi memberikan manfaat bagimu.”
2.Hayatul khas
Hayatul khas atau kehidupan khusus adalah perkara seputar pribadi dan ini hanya boleh di ketahui oleh keluarga ‘mahram’ dan sesama kaum perempuan dalam lingkungan kita. Contohnya, menceritakan keadaan dirinya dan keluarganya, target hidup, target dakwah dll. secara detil, kecuali seorang akhwat sudah dikhitbah.
Seorang ikhwan yang faham akan apa arti kehormatan bagi seorang akhwat pasti maklum atas sikap tegasnya seorang akhwat dan tidak dimaknai sebagai sikap jaim (jaga image) atau jutek, terlalu saklek atau apalah namanya. Tegas bukan berarti memaksa agar pandangannya di terima atau egois tapi demi menjaga kehormatan.
Intinya, dalam hal ini sangat dibutuhkan ketegasan dari masing-masing pihak, baik maupun akhwat untuk menjaga ‘iffahnya masing-masing. Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya perkara halal itu jelas, dan perkara haram itu jelas; serta di antara keduanya terdapat perkara mutasyabihat yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjauhi syubhat, sungguh ia telah terbebas dari dosa, dalam agama dan kehormatannya. sebaliknya, siapa yang terjerumus pada perkara syubhat berarti ia telah terjerumus dalam perkara haram,” (HR. Imam Bukhari, Muslim dan ashabun Sunan)
Rabbanaghfirlanaa dzunuubanaa isyraafanaa fii amrina. Wallahu’alam.
Penulis: Shinta Mardhiah Alhimjarry, Bandung
syi_khilafah@yahoo.co.id

Restoran halal (atau haram?)

SALAM-ONLINE: Inilah kisah dosen akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Tjiptohadi Sawarjuwono,  PhD tentang restoran Solaria yang tidak memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
Prof  Tjiptohadi  mengungkap tentang arogansi Solaria melalui pesan elektronik yang diterima arrahmah.com Ahad (25/8/2013).
“Ada kerabat yang mau beli franchise Solaria. Tapi ketika mau bikin kontrak perjanjian, ternyata pihak pemilik franchise mewajibkan penggunaan angciu (arak) dan minyak babi dalam beberapa masakan,” ujarnya.
Hal itu dikomentari oleh teman saya yang ikut saat mau bikin kontrak perjanjian. “Lho, itu kan haram?” protesnya.
Tapi, kata Prof Tjiptohadi, jawaban pemilik franchise sungguh arogan dan mencengangkan. Menurut pemilik franchise, Solaria mewajibkan menunya menggunakan minyak babi dan angciu.
”Di sini (Solaria-red) wajib pakai itu. Lagian kita gak pakai label halal kok. Kalau gak mau ya sudah,” ujar pihak Solaria sebagaimana diungkap Prof Tjiptohadi.
Sementara PT Sinar Solaria selaku perusahaan yang membawahi restoran ini membantah hal tersebut.
“Isu yang berkembang itu tidak benar. Minyak-minyak kami memakai brand-brand halal. Semua makanan kami halal,” kata Operational Manager Solaria, Dedy Nugrahadi, Jum’at (2/8/2013), seperti dikutip dari laman Tempo.
Namun ia membenarkan bahwa sampai saat ini perusahaan belum mempunyai sertifikasi halal dari MUI.
Saat ini perusahaan sedang mengumpulkan sertifikat-sertifikat dari para supplier. “Supplier kita kan banyak, kita sedang kumpulkan sertifikatnya sebagai syarat mengurus ke MUI,” katanya.
Majelis Ulama Indonesia melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) membenarkan restoran Solaria belum mengantongi sertifikat halal.
“Maka, bersama ini disampaikan bahwa MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan atas produk makanan/minuman dan atau mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran Solaria di mana pun,” tulis MUI di situs resminya
Kemudian pertanyaan yang muncul adalah, apakah pemilik bisnis Solaria salah? Yang salah utamanya adalah bila ada pebisnis Muslim yang tutup mata dan tetap mengambil bisnis ini. Lebih salah lagi adalah para Muslim yang sudah tahu info ini tetapi juga tutup mata dan makan di sana.
Karena itu, informasi ini hendaknya tidak untuk diri sendiri. Kabarkan kepada saudara Muslim di seluruh Nusantara dan Internasional akan haramnya Solaria.
Dalam hubungan itu, ada sebuah kisah nyata. Dikisahkan ada seorang ustadz senior dari Indonesia duduk di rumah makan di negara Singapura. Dia kemudian didatangi oleh pelayan rumah makan tersebut. Melihat jenggot panjang tamunya, pelayan menyapa, “Apakah bapak Muslim?” tanya pelayan kepada tamunya.
“Ya, saya Muslim,” jawab ustadz.
“Maaf, di sini restoran pakai babi. Bapak sebaiknya makan di restoran sebelah yang halal 100%,” saran si pelayan.
“Terima kasih,” jawab ustadz  yang kemudian berdiri dan pindah ke restoran sebelah.
Kembali ke negeri kita. Meski Muslim di negeri ini mayoritas, tetap tidak bisa memaksa pihak pengusaha rumah makan harus memakai label halal dan atau harus seperti yang kaum Muslimin inginkan.
Umat Islam sendiri yang harus mawas diri, saling menasihati, mana halal dan mana haram (juga meragukan karena bercampur antara yang halal dengan yang haram) sebagai tanda kedewasaan keimanan kita.
Sementara itu untuk para pengusaha restoran yang menggunakan barang-barang yang haram dalam pandangan Islam, hendaklah mencantumkan label mengandung babi atau mengandung arak dan seterusnya pada rumah makannya.
Sekiranya imbauan ini tidak diindahkan, maka umat Islam melalui elemen ormas-ormas yang ada akan bertindak. Apa tindakannya? Yakni dengan memberi label yang sangat besar dan menempelkanya di tempat usaha yang haram tersebut dengan label mengandung babi atau angciu atau lainnya yang mengharamkan. Hal ini untuk menyelamatkan kaum Muslimin dari mengonsumsi makanan haram.
Karena itu, untuk menjaga dari masuknya makanan yang mengandung minyak babi, arak angciu, dan yang sejenis, umat Islam seyogianya tidak mendatangi rumah makan yang diduga menggunakan kandungan haram tersebut, tidak pula duduk, apalagi makan dan minum di sana! (arrahmah.com)
salam-online
- See more at: http://salam-online.com/2013/08/diprotes-gunakan-angciu-minyak-babi-jawaban-solaria-dinilai-arogan.html#sthash.gg6KiJ6K.dpuf

Kamis, 29 Agustus 2013

Kepribadian manusia


Pada postingan kali ini saya mencoba mengulas tentang 4 macam kepribadian inti yang dimiliki oleh manusia. Dengan memposting tentang hal ini, bukan berarti bahwa saya ahli dalam bidang psikologi lho. Postingan ini hanya ingin memberikan gambaran bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari, akan berhubungan dengan 4 macam kepribadian manusia yang berbeda-beda. Sehingga setelah mengetahui perbedaan itu, diharapkan bisa timbul rasa saling memahami antar sesama.

Nah 4 kepribadian yang terdapat dalam diri manusia antara lain:
  1. Sanguin → dijuluki si "Populer" karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
  2. Koleris → dijuluki si "Kuat" karena sering dominan dan kompetitif.
  3. Melankolis → dijuluki si "Sempurna" karena perfeksionis dan serba teratur.
  4. Plegmatis → dijuluki si "Cinta Damai" karena kesetiaannya dan menghindari konflik.

    kepribadian diatas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Sekarang mari kita ulas kekuatan dan kelemahan dari 4 kepribadian tersebut.

    SANGUIN

    Kekuatan :
    • Suka bicara.
    • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
    • Antusias dan ekspresif.
    • Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
    • Hidup di masa sekarang.
    • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
    • Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
    • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
    • Umumnya hebat di permukaan.
    • Mudah berteman dan menyukai orang lain.
    • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
    • Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
    • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
    • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
    • Menyukai hal-hal yang spontan.

    Kelemahan :
    • Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
    • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
    • Susah untuk diam.
    • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
    • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
    • RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
    • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
    • Mudah berubah-ubah.
    • Susah datang tepat waktu jam kantor.
    • Prioritas kegiatan kacau.
    • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
    • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
    • Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
    • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
    • Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

    KOLERIS

    Kekuatan :
    • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
    • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
    • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
    • Bebas dan mandiri.
    • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
    • "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
    • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
    • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
    • Membuat dan menentukan tujuan.
    • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
    • Tidak begitu perlu teman.
    • Mau memimpin dan mengorganisasi.
    • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
    • Unggul dalam keadaan darurat.

    Kelemahan :
    • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
    • Senang memerintah.
    • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
    • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
    • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
    • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
    • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
    • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
    • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
    • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
    • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
    • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
    • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

    MELANKOLIS

    Kekuatan :
    • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
    • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
    • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
    • Sensitif.
    • Mau mengorbankan diri dan idealis.
    • Standar tinggi dan perfeksionis.
    • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
    • Hemat.
    • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
    • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
    • Berteman dengan hati-hati.
    • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
    • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
    • Sangat memperhatikan orang lain.

    Kelemahan :
    • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
    • Mengingat yang negatif & pendendam.
    • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
    • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
    • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
    • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
    • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
    • Hidup berdasarkan definisi.
    • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
    • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
    • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
    • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
    • Memerlukan persetujuan.

    PLEGMATIS

    Kekuatan :
    • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
    • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
    • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
    • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
    • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
    • Penengah masalah yg baik.
    • Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
    • Baik di bawah tekanan.
    • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
    • Rasa humor yg tajam.
    • Senang melihat dan mengawasi.
    • Berbelaskasihan dan peduli.
    • Mudah diajak rukun dan damai.

    Kelemahan :
    • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
    • Takut dan khawatir.
    • Menghindari konflik dan tanggung jawab.
    • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
    • Terlalu pemalu dan pendiam.
    • Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
    • Kurang berorientasi pada tujuan.
    • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
    • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
    • Tidak senang didesak-desak.
    • Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

    Sekarang sudah tahu kan antara perbedaan sanguin, koleris, melankolis dan plegmatis? Setiap orang bisa saja memiliki 4 kepribadian sekaligus, namun pasti akan ada 1 kepribadian yang lebih dominan diantara yang lain.



    Sumber : http://arie5758.blogspot.com/2011/10/4-kepribadian-manusia-sanguin-koleris.html#ixzz2dQUv41UY