Sabtu, 11 Oktober 2014


KETIKA KAMU LUPA DI MANA MELETAKKAN KACAMATA



Kalau Allah takdirkan umurmu panjang
Entah saat itu punggungmu masih tegak atau tidak
Kalau Allah takdirkan umurmu panjang
Mungkin kamu ‘kan mendapati uban memenuhi kepalamu
Mungkin anak dan cucu adalah orang-orang yang selalu kamu rindu
Kalau Allah takdirkan umurmu panjang
Entah, mungkin kamu lupa sudah makan atau belum
Mungkin kamu lupa tanggal lahirmu tanggal berapa
Bahkan kamu lupa di mana meletakkan kacamatamu
Ketika kamu lupa di mana meletakkan kacamata
Kalau Allah takdirkan umurmu panjang
Mungkin kamu akan bersifat agak kekanak-kanakan
Marah bila disanggah
Jengkel bila dicegah
Ingin selalu dituruti maunya
Saat itu
Sedikit kata “ah” bisa melukai perasaanmu
Apalagi bila disertai wajah masam
Atau bentakan kasar bak halilintar
Apalagi bila itu dilakukan oleh anakmu kepada dirimu
Maka saat itu
Kamu pasti senang bila anakmu penuh bakti dan khidmat
Berucap lembut dengan suara merendah
Memahami perubahan fisik dan emosimu
Mendoakan kebaikan bagimu siang dan malam
Pada masa itulah
Kamu akan tahu harga keikhlasan dan kesabaranmu
Mengandungnya susah payah
Melahirkannya dengan bertaruh nyawa
Merawatnya penuh kasih dan cinta
Mendidiknya dengan sabar dan hikmah
Ya …
Benih yang kamu tanam pada waktu lalu
Telah berbuah seorang anak shalih 
Dambaan setiap orang tua
Co-pas from : Ummiummi.com
Pangkalpinang, 17 September 2014,
Athirah

Selasa, 01 Juli 2014

Hurried child,growing too fast, growing too soon

KOMPLEKS SYNDROME ?

JENIS PENYAKIT BARU KAH ? APAKAH KITA TANPA SADAR SUDAH IKUT TERJANGKITI ?
Banyak sekali orang tua yang anaknya ingin segera bisa ini dan bisa itu lebih dulu dari anak lainnya.
Ya semisal bisa baca lebih dulu dari anak lain, bisa berhitung lebih dulu dari anak lain, bisa berbahasa asing lebih cepat dari anak lain.
Apakah ini fenomena alamiah yang baik bagi anak dan masa depannya atau ini hanya dilatarbelakangi oleh gengsi kita agar bisa dipamerkan saat pertemuan keluarga atau saat bermain dengan anak para tetangga.
Jika hati kita mengatakan "iya" maka itu artinya kita telah terjangkit penyakit yang disebut sebagai Kompleks Syndrome, yakni syndrome orang-orang yang tinggal di Komplek Perumahan, dimana ia merasa bersalah jika anaknya tidak di kursuskan bebagai macam jenis kursus seperti anak para tetangganya.
Mari kita simak tanya jawab dari seorang ibu dengan kami berikut ini;
TANYA:
Halo Ayah Edy,
Nama saya Sherly.Saya memiliki 2 anak yang kini berusia 3,7 th dan 1 th.Anak saya yang berusia 3,7th sudah sekolah Preschool dari usia 2,5th.Yang membuat saya khawatir,sampai saat ini anak saya masih bingung membedakan warna-warna dasar ( red,blue,yellow,green).
Hampir setiap hari saya stimulasi tanya jawab warna,kadang dijawab dengan benar kadang salah.dan bila jawab benar kemudian .beberapa saat ditanya lagi bisa salah jawabnya.
Apakah anak saya punya kecenderungan buta warna.Bagaimana perkembangan anak diusia tersebut?Bagaimana pendapat Ayah?
JAWAB:
Bu Sherly yang baik hati,
Saya bisa memahami apa yang ibu khawatirkan tentang kemampuan buah hati ibu. Saya sering kali bertemu dengan para orang tua yang sering mengalami kekhawatiran yang serupa akan kemampuan anaknya.
Hal ini sangat wajar terjadi, fenemoena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan pada tahun 1989 Seorang pemerhati anak dari Amerika Serikat yang bernama David Elkind menuturkan dalam bukunya yang berjudul “The hurried child; growing up to fast and too soon” katanya, banyak sekali para orang tua Amerika pada zaman itu yang memiliki kecenderungan ingin anaknya serba bisa di usia yang belum waktunya.
Para orang tua berpikir apa bila semakin dini usia anaknya menguasai banyak hal termasuk membaca, menulis dan berhitung maka anaknya kelak akan jauh lebih sukses dari anak lainnya, bahkan ada pula sebagian orang tua yang mangajarkan hal ini pada anaknya sebenarnya hanya ingin memamerkan kemampuan anaknya pada orang lain, tetangga atau sanak saudaranya.
David Elkind juga mengatakan bahwa akibat dari hal ini banyak anak-anak yang kemudian tumbuh bermasalah, sehingga belakangan para ilmuan mulai sepakat untuk mengembalikan tumbuh kembang anak pada proses alamiah sebagaimana yang diinginkan Tuhannya dan bukan yang diinginkan oleh orang tuanya.
Satu contoh yang pernah dimaksudkan oleh David Alkind.tersebut adalah kasus Baby Walker, yang pernah dibuat dan dipasarkan untuk membantu balita bisa lebih dini berjalan, namun kemudian diketahui bahwa proses merangkak pada bayi adalah fase alamiah yang sangat vital dan tidak boleh terlewati, yang diciptakan Tuhan untuk melatih otot dan syaraf motorik wicara. Apa bila fase ini dipercepat atau mungkin di lewatkan maka banyak anak-anak yang mengalami kesulitan berbahasa. Hingga pada akhirnya baby walkerpun tidak lagi di anjurkan digunakan untuk melatih balita agar lebih cepat bisa berjalan.
Begitu pula orang tua yang berlomba-lomba memasukkan anaknya ke Sekolah Dasar dengan usia yang di bawah 7 tahun atau bahkan mungkin kurang dari 6 tahun, kelak sebagian dari mereka bisa mengalami Drop Syndrom atau Sindrom Mogok Sekolah atau Bosan Belajar.
Itulah sebabnya mengapa pemerintah Jerman menetapkan bahwa usia minimal anak masuk SD adalah 7 tahun persis, kurang 1 bulan saja tidak diperbolehkan. Jauh lebih baik masuk SD di usia 7 tahun lebih dari pada kurang, begitulah cerita sahabat saya yang tinggal di Jerman.
Setelah kami mempelajari banyak referensi mengenai perkembangan pendidikan dan tumbuh kembang anak akhirnya kamipun ikut sepakat bahwa akan jauh lebih baik kita mendidik anak sesuai dengan keinginan Tuhannya melalui proses tumbuh kembang alaminya masing-masing, karena antara satu anak dengan anak lainnya akan berbeda-beda. Tugas kita sebaiknya hanya sebatas merangsang dan menstimulasi saja dan bukan untuk memaksakan sesuai keinginan kita.
Saya menduga apa yang terjadi pada buah hati ibu adalah fenomena yang dulu pernah di jelaskan oleh David Elkind dalam bukunnya. Saya juga menduga bahwa apa yang dialami buah hati ibu adalah bukan gejala buta warna seperti yang ibu khawatirkan melainkan sebuah jawaban kebosanan seorang anak balita yang di tanya tentang hal sama berulang-ulang, itu lagi dan itu lagi. Persis seperti orang tua yg sering bertanya adek anak siapa? awalnya anak senang menjawab; "anak mama", tapi lama kelamaan ia bosan juga dengan pertanyaan yg berulang hampir setiap hari tsb.
Salah sebut warna tidak sama dengan buta warna, bahkan mungkin kita orang dewasa pun pernah sekali-sekali mengalami salah sebut warna misalnya lampu hijau dengan biru pada lampu lalu lintas.
Mari kita tunggu saja jika sudah tiba waktunya anak kita akan bisa mengetahui warna. Ada memang anak2 yg mengalami buta warna tapi itu sangat kecil sekali jumlahnya, jadi bersabarlah dan tenang-tenang saja. Jika seandainya terjadi buta warna sekalipun, anak2 kita masih besar sekali kemungkinannya untuk bisa menjadi orang sukses ketimbang apa bila ia mengalami buta hati.
Jadi mari kita berfokus untuk mendidik anak2 kita agar tidak menjadi orang yg buta hati dan mari kita dampingi tumbuh kembang anak kita sesuai proses alami yang di ciptakan oleh Tuhannya dan bukan atas ambisi keinginan kita orang tuanya.
Yuk Unduh Gratis Talkshow ayah edy di: www.ayahedy.tk
Official Web: www.ayahkita.com


CINTA SEORANG IBU

Aku menggelitik perutnya dan mencium kakinya yang lembut,
Aku membedaki bokongnya, dan mengelap hidung mungilnya,
Aku berlomba bersamanya dan berkejaran dengannya,
(dan aku belum pernah kalah darinya)
Aku menggosok dan menyikat
(sampai dia nyaris terhapus)

Dari sakunya, aku mengeluarkan berbagai macam benda, hidup dan mati,
Aku memasuki kamarnya dengan takut-takut,
Aku menemaninya dan mengobatinya
(dan selalu membelanya),
Aku memohon, menyogok, dan kadang marah (sering juga)
Saat aku harus menyudahinya,

Sekarang dimanakah bayiku, kemana dia berlari....
Dia kini seorang anak berusia 7 tahun dan 3 tahun
yang nantinya , kuingin melihat mereka tumbuh, berkembang
dan menjadi apa yang mereka kelak inginkan....


Disadur dari:
Chicken Soup for Mom's Soul
(dengan sedikit pengeditan dari penulis)

Selasa, 22 Oktober 2013

Detik-detik wafatnya Rasulullah

PAGI itu, Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah: “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku,".

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-dalam.

Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana sepertinya tengah menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam.

“Assalaamu’alaikum… .Bolehkah saya masuk ?” tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah.

“Siapakah itu, wahai anakku?”

“Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan tangisnya.

Malaikat Maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit untuk menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini. (sepertinya Malaikat Jibril Tidak Sanggup melihat Rasulullah dicabut nyawanya)

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?”  Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata Jibril. Tapi itu semua ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya Rasulullah?” tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,” ujar Rasulullah mengaduh lirih.

Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah engkau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu, wahai Jibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direngut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu”

Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii. ummatii. ummatii.”

“Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam jannah-Ku.”

‘Aisyah ra berkata: ”Maka jatuhlah tangan Rasulullah, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.” 

Dia berkata: ”Aku tidak tahu apa yg harus aku lakukan, tidak ada yg kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yg disana ada para sahabat, dan kukatakan: 

”Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.”

Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid, karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kiri dan ke kanan.

Adapun Umar bin Khathab berkata: ”Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa pergi untuk menemui Rabb-Nya.” 

Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar, dia masuk kepada Rasulullah, memeluk beliau dan berkata: ”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.” 

Kemudian dia mencium Rasulullah dan berkata: ”Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.”

Keluarlah Abu Bakar ra menemui orang-orang dan berkata: ”Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.” 

‘Aisyah berkata: “Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menangis sendiri.”

Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmat Allah manusia yang paling mulia, manusia yang paling kita cintai pada waktu dhuha ketika memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. Shalawat dan salam selalu tercurah untuk Nabi tercinta Rasulullah.

Allahumma shali'alla sayyidina wa mawlana Muhammad....



Sumber — http://www.atjehcyber.net/2012/12/detik-detik-wafatnya-nabi-muhammad-saw.html#ixzz2iSbQ2tjS 
Follow us: @AtjehCnet on Twitter

Jumat, 06 September 2013

arti Jazakillah

Akhi Ukhti Afwan Jazakallah khairan katsiiraa Barokallah Wa Fiik Barokallah

Mungkin Anda sering mendengar istilah Akhi, Ukhti, Ikwan, Akhwat, Jazakallah, Wa Iyyak, Barokallah dll tapi belum tau artinya dan ingin mengerti Artinya juga . . . Jangan Khawatir InysaAllah akan kami bantu mengerti Apa sih Artinya Akhi, Ukhti dll itu ^_^


Dengan keterbatasan ilmu yang kami miliki, kami akan coba menguraikan Arti dari kata-kata tersebut dan juga bagaimana menjawabnya, semoga bermanfaat Untuk Akhi wa Ukhti fillah, saudara-saudaraku semua yang ku cintai karena Alloh . . . Dont Worry, Insyallah Gampak sekali Kok ^_^


Ikhwan - Akhwat
===============

Ikhwan : Sebutan untuk laki-laki secara umum (para ikhwan)
Akhwat : Sebutan untuk wanita secara umum (para Akhwat)

Untuk sapaaan :

Akhi : Saudara-ku
Ukhti : Saudari-ku




Ucapan Terimakasih :
===================

Kalau yang biasa : "Syukron Katsiira" Artinya "Terimakasih Banyak".

Jawabannya : Afwan (Sama-sama)

Namun Rasululah menganjurkan untuk mengucapkan terimakasih + Doa,

bentuk kata-katanya seperti dibawah ini :

"Jaza-Kallah Khairan Katsiiraa"

Jaza : Membalas
-Ka : Mu (Laki-laki)
-Ki : Mu (Wanita)
-Kum : Kalian (Laki & Perempuan)
Khairan : Kebaikan
Katsiira : banyak

***Kepada Kamu Laki-laki (-Ka) :
-------------------------------

"Jaza-Kallah Khairan Katsiiraa"

Artinya : "Semoga Alloh Membelas-mu dengan kebaikan yang Banyak


***Kepada Kamu wanita (-Ki) :
-----------------------------

"Jaza-Killah Khairan katsiiraa"

Artinya : "Semoga Alloh membalas-mu dengan kebaikan yang banyak"


***Kepada Kalian - laki atau Perempuan - (-Kum) :
------------------------------------------------

"Jaza-Kumullah Khairan Katsiiraa"


Artinya : "Semoga Alloh Membalas-kalian dgn kebaikan yg banyak"




Jawabannya :
-----------

"Amin Wa Iyyak" : Amin Semoga juga demikian Untukmu.


atau dijawab dengan ucapan yang sama :


"Jazakillah khairan Katsiiraa / Jazakallah Khairan Katsiiraa"



Barokallah
==========

"Barokallah Fiik"

Barokallah : Semoga Alloh memberkahi
Fiik : Untuk mu
Fiikum : Untuk kalian

Jadi bisa Barokalloh Fiikum atau Barokalloh Fiik.

Jawabannya :
-----------

"Wa Fiik Barokalloh" : Dan Juga Keberkahan Alloh untuk kalian.




Afwan
=====


Afwan bisa memiliki dua Arti

1. Afwan bisa Artinya sama-sama
-------------------------------

"Syukron" (Terimakasih) Jawabnya "Afwan" (Sama-sama)

2. Afwan bisa Berarti maaf
--------------------------

Contoh : "Afwan" (Maaf) baru bisa balas sekarang.

Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Gaulnya Muslimah

Bukan dari tulang ubun ia diciptakan sehingga lupa akan pujian, bukan juga dari tulang kaki karena khawatir akan diinjak dan direndahkan. Melainkan ia diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan dada untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai.
Akhwat beda dengan ikhwan. Dalam menjalankan aktivitas pun sangat berbeda. Tapi hukum syara’ memandang sejajar antara ikhwan dan akhwat. “Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan,” (QS Al Isra ; 70)
Karena saya akhwat, pastinya saya akan membahas aktivitas akhwat batasannya seperti apa saja. Kadang, jika saya melihat dan menilai, secara tidak sengaja telah terjadi pelanggaran hukum syara’. Biasanya, di kalangan akhwat terjadi pelanggaran hukum syara’ dalam konteks ijtima’l atau pergaualan dengan lawan jenis. karena mereka belum memahami aktivitas mana saja yang termasuk hayatul khas dan hayatul ‘aam. Di kalangan ikhwan pun terkadang ada pelanggaran hukum syara’ karena sikap yang kurang tegas dan kurang mengetahui batasan aktivitas akhwat itu seperti apa saja, dalam konteks hubungan demi maslahat masing-masing yang sesuai dengan hukum syara’ dan selanjutnya karena godaan Syetan..
Apa yang akan saya paparkan adalah aktivitas akhwat dalam konteks hubungan interpersonal dengan ikhwan / ijtima’I:
1.Hayatul ‘Aam
Hayatul ‘aam atau kehidupan umum bagi akhwat adalah seputar kehidupan yang menyangkut perkara pendidikan, mu’amalah, kesehatan. Hayatul ‘aam, bagi akhwat, maknanya bahwa ia boleh bercerita tentang ketiga perkara tadi, selebihnya tidak boleh karena sudah menyangkut hayatul khas..
Bagi ikhwan manapun hanya cukup untuk mengetahui ”hayatul ’aam” kehidupan umum-nya saja, seperti contoh diatas ; pendidikan, tempat tinggal, hobi, aktivitas di lembaga dll. Sedangkan hayatul khas, sudah sangat privasi sekali yang menyangkut kehidupan pribadi (keadaan keluarga, keadaan dirinya) di luar itu konteksnya sudah hayatul khas.
Bagi akhwat tidak boleh menceritakan hal-hal pribadi pada ajnaby (orang asing). Akhwat boleh menceritakan hal-hal terkait pribadinya jika ia telah dikhitbah untuk lanjut ke jenjang pernikahan.
Dan ketika berinteraksi dengan lawan jenis akhwat diharapkan bertindak dan berbicara seperlunya saja, tegas dan jelas. Dalam aktivitas yang berkaitan dengan lawan jenis, seorang akhwat seringkali mudah melakukan pelanggaran. Mungkin karena secara psikologis akhwat memiliki karater ingin diperhatikan atau malah kadang cari perhatian agar bisa berinteraksi dengan lawan jenis, apalagi kalau sudah menyangkut “masalah hati.”
Tapi berinteraksi dengan ikhwan dalam konteks mendiskusikan ilmu, menurut saya ini dibolehkan, tapi, ada beberapa hal kita sendiri bisa menjaminnya sesuai dengan perkataan Rasulullah Saw, “Jika kalian tidak memiliki rasa malu maka bertindaklah sesuka kalian.”
Yang dimaksud hal-hal yang kita harus bisa menjaminnya adalah kemungkinan timbulnya fitnah. Mungkin kita bisa berdalih dengan mengatakan “Saya dengan dia cuma teman, hanya sebatas sharing ilmu.” Tapi saya berpendapat sebaiknya dicari “aman” nya saja, karena fitnah itu diibaratkan mencemarkan dan menjatuhkan kehormatan seorang akhwat dan manjaga ’iffah / kehormatan itu wajib hukumnya.
Mubah hukumnya untuk berinteraksi dengan ikhwan dalam masalah ilmu, kareka khawatir seorang akhwat akan menceritakan sesuatu yang masuk dalam wilayah khas, sehingga yang mubah menjerumuskan ke haram.
Bagaimana dengan diskusi di forum internet atau milis? Menurut saya, dalam wilayah ini sifatnya lebih ‘aam karena diketahui banyak orang pembahasannya pun seputar perkara yang dibolehkan. Dalam hal ini saya ingin mengutip perkataan Abu Bakar, “Berhati-hatilah dalam bertindak karena dari hati-hati tadi memberikan manfaat bagimu.”
2.Hayatul khas
Hayatul khas atau kehidupan khusus adalah perkara seputar pribadi dan ini hanya boleh di ketahui oleh keluarga ‘mahram’ dan sesama kaum perempuan dalam lingkungan kita. Contohnya, menceritakan keadaan dirinya dan keluarganya, target hidup, target dakwah dll. secara detil, kecuali seorang akhwat sudah dikhitbah.
Seorang ikhwan yang faham akan apa arti kehormatan bagi seorang akhwat pasti maklum atas sikap tegasnya seorang akhwat dan tidak dimaknai sebagai sikap jaim (jaga image) atau jutek, terlalu saklek atau apalah namanya. Tegas bukan berarti memaksa agar pandangannya di terima atau egois tapi demi menjaga kehormatan.
Intinya, dalam hal ini sangat dibutuhkan ketegasan dari masing-masing pihak, baik maupun akhwat untuk menjaga ‘iffahnya masing-masing. Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya perkara halal itu jelas, dan perkara haram itu jelas; serta di antara keduanya terdapat perkara mutasyabihat yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjauhi syubhat, sungguh ia telah terbebas dari dosa, dalam agama dan kehormatannya. sebaliknya, siapa yang terjerumus pada perkara syubhat berarti ia telah terjerumus dalam perkara haram,” (HR. Imam Bukhari, Muslim dan ashabun Sunan)
Rabbanaghfirlanaa dzunuubanaa isyraafanaa fii amrina. Wallahu’alam.
Penulis: Shinta Mardhiah Alhimjarry, Bandung
syi_khilafah@yahoo.co.id

Restoran halal (atau haram?)

SALAM-ONLINE: Inilah kisah dosen akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Tjiptohadi Sawarjuwono,  PhD tentang restoran Solaria yang tidak memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
Prof  Tjiptohadi  mengungkap tentang arogansi Solaria melalui pesan elektronik yang diterima arrahmah.com Ahad (25/8/2013).
“Ada kerabat yang mau beli franchise Solaria. Tapi ketika mau bikin kontrak perjanjian, ternyata pihak pemilik franchise mewajibkan penggunaan angciu (arak) dan minyak babi dalam beberapa masakan,” ujarnya.
Hal itu dikomentari oleh teman saya yang ikut saat mau bikin kontrak perjanjian. “Lho, itu kan haram?” protesnya.
Tapi, kata Prof Tjiptohadi, jawaban pemilik franchise sungguh arogan dan mencengangkan. Menurut pemilik franchise, Solaria mewajibkan menunya menggunakan minyak babi dan angciu.
”Di sini (Solaria-red) wajib pakai itu. Lagian kita gak pakai label halal kok. Kalau gak mau ya sudah,” ujar pihak Solaria sebagaimana diungkap Prof Tjiptohadi.
Sementara PT Sinar Solaria selaku perusahaan yang membawahi restoran ini membantah hal tersebut.
“Isu yang berkembang itu tidak benar. Minyak-minyak kami memakai brand-brand halal. Semua makanan kami halal,” kata Operational Manager Solaria, Dedy Nugrahadi, Jum’at (2/8/2013), seperti dikutip dari laman Tempo.
Namun ia membenarkan bahwa sampai saat ini perusahaan belum mempunyai sertifikasi halal dari MUI.
Saat ini perusahaan sedang mengumpulkan sertifikat-sertifikat dari para supplier. “Supplier kita kan banyak, kita sedang kumpulkan sertifikatnya sebagai syarat mengurus ke MUI,” katanya.
Majelis Ulama Indonesia melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) membenarkan restoran Solaria belum mengantongi sertifikat halal.
“Maka, bersama ini disampaikan bahwa MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan atas produk makanan/minuman dan atau mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran Solaria di mana pun,” tulis MUI di situs resminya
Kemudian pertanyaan yang muncul adalah, apakah pemilik bisnis Solaria salah? Yang salah utamanya adalah bila ada pebisnis Muslim yang tutup mata dan tetap mengambil bisnis ini. Lebih salah lagi adalah para Muslim yang sudah tahu info ini tetapi juga tutup mata dan makan di sana.
Karena itu, informasi ini hendaknya tidak untuk diri sendiri. Kabarkan kepada saudara Muslim di seluruh Nusantara dan Internasional akan haramnya Solaria.
Dalam hubungan itu, ada sebuah kisah nyata. Dikisahkan ada seorang ustadz senior dari Indonesia duduk di rumah makan di negara Singapura. Dia kemudian didatangi oleh pelayan rumah makan tersebut. Melihat jenggot panjang tamunya, pelayan menyapa, “Apakah bapak Muslim?” tanya pelayan kepada tamunya.
“Ya, saya Muslim,” jawab ustadz.
“Maaf, di sini restoran pakai babi. Bapak sebaiknya makan di restoran sebelah yang halal 100%,” saran si pelayan.
“Terima kasih,” jawab ustadz  yang kemudian berdiri dan pindah ke restoran sebelah.
Kembali ke negeri kita. Meski Muslim di negeri ini mayoritas, tetap tidak bisa memaksa pihak pengusaha rumah makan harus memakai label halal dan atau harus seperti yang kaum Muslimin inginkan.
Umat Islam sendiri yang harus mawas diri, saling menasihati, mana halal dan mana haram (juga meragukan karena bercampur antara yang halal dengan yang haram) sebagai tanda kedewasaan keimanan kita.
Sementara itu untuk para pengusaha restoran yang menggunakan barang-barang yang haram dalam pandangan Islam, hendaklah mencantumkan label mengandung babi atau mengandung arak dan seterusnya pada rumah makannya.
Sekiranya imbauan ini tidak diindahkan, maka umat Islam melalui elemen ormas-ormas yang ada akan bertindak. Apa tindakannya? Yakni dengan memberi label yang sangat besar dan menempelkanya di tempat usaha yang haram tersebut dengan label mengandung babi atau angciu atau lainnya yang mengharamkan. Hal ini untuk menyelamatkan kaum Muslimin dari mengonsumsi makanan haram.
Karena itu, untuk menjaga dari masuknya makanan yang mengandung minyak babi, arak angciu, dan yang sejenis, umat Islam seyogianya tidak mendatangi rumah makan yang diduga menggunakan kandungan haram tersebut, tidak pula duduk, apalagi makan dan minum di sana! (arrahmah.com)
salam-online
- See more at: http://salam-online.com/2013/08/diprotes-gunakan-angciu-minyak-babi-jawaban-solaria-dinilai-arogan.html#sthash.gg6KiJ6K.dpuf

Kamis, 29 Agustus 2013

Kepribadian manusia


Pada postingan kali ini saya mencoba mengulas tentang 4 macam kepribadian inti yang dimiliki oleh manusia. Dengan memposting tentang hal ini, bukan berarti bahwa saya ahli dalam bidang psikologi lho. Postingan ini hanya ingin memberikan gambaran bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari, akan berhubungan dengan 4 macam kepribadian manusia yang berbeda-beda. Sehingga setelah mengetahui perbedaan itu, diharapkan bisa timbul rasa saling memahami antar sesama.

Nah 4 kepribadian yang terdapat dalam diri manusia antara lain:
  1. Sanguin → dijuluki si "Populer" karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
  2. Koleris → dijuluki si "Kuat" karena sering dominan dan kompetitif.
  3. Melankolis → dijuluki si "Sempurna" karena perfeksionis dan serba teratur.
  4. Plegmatis → dijuluki si "Cinta Damai" karena kesetiaannya dan menghindari konflik.

    kepribadian diatas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Sekarang mari kita ulas kekuatan dan kelemahan dari 4 kepribadian tersebut.

    SANGUIN

    Kekuatan :
    • Suka bicara.
    • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
    • Antusias dan ekspresif.
    • Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
    • Hidup di masa sekarang.
    • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
    • Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
    • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
    • Umumnya hebat di permukaan.
    • Mudah berteman dan menyukai orang lain.
    • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
    • Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
    • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
    • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
    • Menyukai hal-hal yang spontan.

    Kelemahan :
    • Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
    • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
    • Susah untuk diam.
    • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
    • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
    • RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
    • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
    • Mudah berubah-ubah.
    • Susah datang tepat waktu jam kantor.
    • Prioritas kegiatan kacau.
    • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
    • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
    • Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
    • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
    • Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

    KOLERIS

    Kekuatan :
    • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
    • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
    • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
    • Bebas dan mandiri.
    • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
    • "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
    • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
    • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
    • Membuat dan menentukan tujuan.
    • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
    • Tidak begitu perlu teman.
    • Mau memimpin dan mengorganisasi.
    • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
    • Unggul dalam keadaan darurat.

    Kelemahan :
    • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
    • Senang memerintah.
    • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
    • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
    • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
    • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
    • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
    • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
    • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
    • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
    • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
    • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
    • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

    MELANKOLIS

    Kekuatan :
    • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
    • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
    • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
    • Sensitif.
    • Mau mengorbankan diri dan idealis.
    • Standar tinggi dan perfeksionis.
    • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
    • Hemat.
    • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
    • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
    • Berteman dengan hati-hati.
    • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
    • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
    • Sangat memperhatikan orang lain.

    Kelemahan :
    • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
    • Mengingat yang negatif & pendendam.
    • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
    • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
    • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
    • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
    • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
    • Hidup berdasarkan definisi.
    • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
    • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
    • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
    • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
    • Memerlukan persetujuan.

    PLEGMATIS

    Kekuatan :
    • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
    • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
    • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
    • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
    • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
    • Penengah masalah yg baik.
    • Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
    • Baik di bawah tekanan.
    • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
    • Rasa humor yg tajam.
    • Senang melihat dan mengawasi.
    • Berbelaskasihan dan peduli.
    • Mudah diajak rukun dan damai.

    Kelemahan :
    • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
    • Takut dan khawatir.
    • Menghindari konflik dan tanggung jawab.
    • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
    • Terlalu pemalu dan pendiam.
    • Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
    • Kurang berorientasi pada tujuan.
    • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
    • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
    • Tidak senang didesak-desak.
    • Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

    Sekarang sudah tahu kan antara perbedaan sanguin, koleris, melankolis dan plegmatis? Setiap orang bisa saja memiliki 4 kepribadian sekaligus, namun pasti akan ada 1 kepribadian yang lebih dominan diantara yang lain.



    Sumber : http://arie5758.blogspot.com/2011/10/4-kepribadian-manusia-sanguin-koleris.html#ixzz2dQUv41UY